Hot News
  • Inspiration

Buku Feminisme Ini Membuatmu Semakin Paham Mengenai Peran Perempuan

Buku Feminisme Ini Membuatmu Semakin Paham Mengenai Peran PerempuanTED.com

Seorang perempuan, baik sendirian maupun berkelompok ketika membicarakan mengenai kesetaraan gender, ataupun peran sederhana seorang perempuan dalam sebuah perusahaan atau bahkan rumah tangga, jika terdengar pendapatnya sangat mendominasi dibanding pria, pasti si perempuan tersebut mendapat label feminis. Baik kamu atau orang yang mengatakannya mungkin belum sepenuhnya paham apa makna feminis yang sebenarnya. Untuk itu, kamu wajib baca referensi tiga buku yang mengupas mengenai perempuan dan feminisme. Agar nggak semakin rancu.

1. The Handmaid’s Tale oleh Margaret Atwood

Advertisement
2843560-atwood1-24488170f65dcf41d9f4885ed4cae68f.jpgwww.giantbomb.com
 

Merupakan sebuah novel yang kini diadaptasi menjadi sebuat serial televisi di Netflix. Buku ini menceritakan pembatasan terhadap hak-hak perempuan. Tidak hanya itu, kebebasan teknologi dan pengetahuan pun telah tergantikan. Sesuatu yang bersifat kepemilikan dan menyenangkan pun sengaja dilarang. Tokoh utama bernama Offred seorang perempuan yang terpaksa menjadi handmaid. Tugasnya memberi anak pada suami dan istri yang berkuasa. Tentu saja kehidupannya membosankan. Tapi, ia harus melewati banyak sekali tantangan. Setiap hari ada peristiwa baru yang membuatnya harus mencari jalan keluar. Walaupun novel ini terbit pada tahun 1985, ternyata masih cukup relevan untuk bacaan saat ini. Membacanya membuatmu lebih waspada terhadap kejadian yang dianggap remeh dan bisa berkembang.

2. Sister Citizen: Shame, Stereotypes, and Black Women in America oleh Melissa Harris-Perry

sister-citizen-shame-stereotypes-and-black-women-in-america-b0d32411e63e111d67f982b1609cef80.jpgwww.kobo.com
 

Perbedaan selalu saja memberikan kesan yang berbeda, walaupun zaman telah sangat modern. Terbit pada tahun 2013 yang menggambarkan masyarakat Afrika-Amerika, khususnya wanita yang tinggal di Amerika. Wanita berkulit hitam yang masih tinggal di Amerika seringkali mendapatkan penolakan dan termarjinalkan, sehingga mereka merasa tersakiti. Dampaknya, mereka kurang antusias untuk mengekspresikan diri dengan pengalaman yang luar biasa sebagai warga negara Amerika Serikat. Melissa berusaha mengungkapkan apa yang ada di pikiran mereka. Serta mencoba memahami apa yang mereka rasakan mengenai fenomena yang seperti itu.

Advertisement

3. The Beauty Myth oleh Naomi Wolf

the-beauty-myth-naomi-wolf-140508222259-phpapp02-thumbnail-4-f6a4de6b034e6406aa7ddbb60cdcb50b.jpgwww.slideshare.net
 

Buku kategori non fiksi yang terbit pada tahun 1990. Sampai hingga saat ini banyak sekali yang menghubungkan kecantikan dengan identitas wanita. Walaupun, pada kenyataannya wanita telah mengalami perkembangan, seperti bisa berpendidikan tinggi, berkarier, hingga memperoleh pengakuan hukum. Namun, ini sangat mengusik pikiran Naomi Wolf karena ketatnya stigma tradisional soal wanita. Belum lagi pada diri setiap wanita yang secara tidak langsung ingin punya kecantikan yang tanpa cela. Tentu saja ini tidak dapat terjadi dan bisa menyebabkan dampak yang kurang baik untuk wanita. Mereka bisa punya pengharapan yang terlalu tinggi, kesadaran diri, hingga kebencian terhadap dirinya sendiri.

Ketiganya punya sudut pandang masing-masing yang menarik untuk dibaca.

BACA JUGA : 3 Film Dokumenter Tentang Wanita Ini Wajib Kamu Tonton

Advertisement
line

Related Articles

Comments

See More Articles