Hot News
  • Inspiration

Dari Pensi Hingga Manggung di Gunung, Ini Perjalanan Karier The Overtunes

Dari Pensi Hingga Manggung di Gunung, Ini Perjalanan Karier The OvertunesPhotographer: Ismail Ibnu Pasha, Stylist: Lindyra Cesara, Makeup Artist: Kay Mori, Outfits and Accessories: H&M, Location: Gordi HQ

Mulai dikenal di tahun 2013, The Overtunes langsung melesat dan musiknya diterima oleh pecinta musik Indonesia. Mikha Angelo, salah satu personel The Overtunes sebelumnya dikenal sebagai salah satu peserta ajang pencarian bakat. Berkat namanya juga, The Overtunes mudah diterima di masyarakat.

Berbicara soal karier The Overtunes di dunia musik, ternyata grup band yang terdiri dari tiga kakak adik Mada, Reuben, dan Mikha ini sudah ngeband sejak SMP, lho. Tampil dari satu pensi ke pensi lainnya benar-benar dilakukan oleh The Overtunes demi merintis band yang diimpikannya.

Advertisement

Belum lama ini, Popbela berkesempatan untuk ngobrol langsung bareng The Overtunes soal perjalanan karier mereka. Mulai dari awal terbentuk, hingga pengalaman manggung paling mengesankan. Gimana keseruannya? Keep scrolling, Bela!

foto-1-fb65815425972466afbc7f721a11fe7e.jpg

Boleh diceritain nggak sih bagaimana perjalanan karier The Overtunes dari awal hingga saat ini?

Reuben: "Awalnya sih kami ini tipikal band-band sekolah yang sering tampil di acara pensi atau di gereja. Waktu SMP kami memang hobi menulis lagu. Awalnya memang nggak terlalu serius banget ngerjain The Overtunes ini tapi prosesnya cepet sih. Saat aku di kelas 3 SMP band yang kami bikin ini juga jadi lebih serius. Aku juga udah mulai kepikiran untuk set plan gimana caranya supaya band yang kita bikin ini bisa jadi band independen yang sukses. Pertamanya sih memang gitu, impiannya gimana kita bisa rekaman sendiri atau mendirikan perusahaan rekaman sendiri. Tapi akhirnya semua itu nggak berjalan sesuai rencana. Saat itu Mikha masuk X Factor umur 15 tahun. Jadinya setahun dia di karantina dan kamu terpisah. Baru setelah Mikha selesai X Factor, kami dikontrak sama Sony Music. Karena kontrak itu juga kami mengubah plan dan gabung dengan major label. The Overtunes pun rilis di tahun 2013."

untitled-1-0019fd21fe8c3adbbb9545c45a7aaa88.jpg

Bagaimana sih rasanya kerja bareng sama saudara sendiri?

Mikha: "Karena sebelumnya aku belum pernah kerja secara profesional selain bareng kakak-kakak sendiri jadi rasanya nggak ada perbandingan. Tapi, kalau buat aku sampai sekarang sih seru aja. Kami kakak beradik tapi kadang bisa seru-seruan kayak temen. Kalau lagi butuh saran sebagai seorang kakak bisa. Mau hangout kayak temen juga bisa. Ya pokoknya seru sih."

Advertisement

Reuben: "Aku mau nambahin, serunya lagi kami punya kemampuan yang berbeda jadi kami bisa melengkapi satu sama lain."

Kalian bertiga berbakat banget di dunia musik, apakah ada bakat musik dari orang tua?

Mikha: "Papa mama penggemar musik tapi bukan musisi. Malah sekarang mereka sering banget minta diajarin main musik sama kami. Dari kecil kami udah les piano barengan. Mungkin memang dari dulu orang tua kami tuh pengen banget kami bisa main musik makanya kami les piano. Selain main musik, kami juga dulu sering latihan tenis karena mama papa kami itu atlet tenis. Jadi ya menurut aku, lucu aja sih orang tua kami nggak ada yang bisa main musik tapi anak-anaknya sekarang musisi."

untitled-2-eab4f2074f6d9507337bd607b00fab11.jpg

Tapi kalau di antara kalian lagi berantem atau berbeda pendapat, bagaimana cara kalian meredamnya?

Reuben: "Hmm nggak pernah berantem sih. Soalnya dari awal mindset kami tuh kalau berantem karena musik itu the stupid things. Jadi kami mencoba untuk sama-sama menahan ego dan emosi. Tapi, tetap terjadi sih berantem atau berbeda pendapat. Misalnya aku mau kayak gini, yang maunya beda. Asalkan kita sama-sama tahu kalau pendapat itu berdampak ke kualitas musik dan bikin musik kita jadi lebih baik, ya kenapa nggak dicoba untuk diturutin kan? Berusaha saling mengerti aja."

Selama kalian berkarier, ada nggak sih pengalaman manggung yang paling berkesan?

Advertisement

Mikha: "Ada beberapa yang paling berkesan sih. Salah satunya di Jazz Gunung di Bromo itu memorable banget. Kami dua kali datang ke sana sebagai penonton dan kami suka banget datang ke sana. Terus tiba-tiba di tahun 2014 kami diundang untuk manggung di sana. Di satu sisi, kami menyesal tampil di sana karena kami merasa belum siap. Tapi di satu sisi sangat berkesan karena Jazz Gunung itu adalah salah satu panggung impian kami dan akhirnya kesampean."

Reuben: "Kalau menurut aku yang paling berkesan itu di Pekan Raya Jakarta. Menurutku itu aneh aja. Musik kami sebenarnya nggak cocok-cocok banget untuk dibawakan di PRJ tapi ya berkesan. Aneh aja deh pokoknya."

untitled-3-6c329dd3356d41d0ce40fc13e0feb13b.jpg

Kalau lagu, lagu yang mana yang jadi favoritnya The Overtunes?

Mada: "Kalau menurutku ada satu lagu The Overtunes yang paling berkesan itu Selamanya. Karena seiring dengan waktu lagu tersebut berubah terus aransemennya. Senengnya itu adalah karena aku kan pegang bass dan bass line-nya itu berubah terus setiap kita aransemen. Berkesannya karena berubah terus tiap aransemen."

Mikha: "Kalau aku mungkin I Still Love you. Karena lumayan personal dibandingkan lagu-lagu sebelumnya. Soalnya lagu ini juga based on real feeling jadi ya berkesan buatku."

Reuben: "Aku suka If It’s For You. Kami selalu membawakan lagu ini secara live dan selalu ada perubahan. Jadi setiap ada pergantian drummer, rasa dari lagu ini juga ganti. Lagu ini juga jadi lagu paling organik yang pernah kita buat."

Terakhir, apa sih project terdekat dari The Overtunes?

Reuben: "Kami sedang menyiapkan album kedua sih sebenarnya. Jadi beberapa bulan ke depan kami akan cukup disibukkan dengan recording lagu terbarunya."

Well, Popbela tunggu album kedua kalian ya! Kamu juga nggak sabar kan, Bela?

BACA JUGA: Begini Cara Cowok Merawat Diri, Menurut 'The Overtunes'‚Äč

line

Related Articles

Comments

See More Articles